Showing posts with label Fauna Merbabu. Show all posts
Showing posts with label Fauna Merbabu. Show all posts

Thursday, September 28, 2017

Mengenai laba-laba


Laba-laba  memiliki tubuh yang terdiri atas dua bagian yaitu cephalothoraks (gabungan kepala dan dada) dan abdomen (perut). Di chepalotoraks-nya terdapat 6 pasang anggota tubuh, tidak berantena, alat sensor terdapat di pedipalpi dan kaki jalan. Anggota tubuh pertama (appendage) pertama disebut dengan chelicerae yang mempunyai kelenjar racun untuk membunuh mangsa, appendage kedua adalah pedipalpi dengan bagian dasar disebut maxillae untuk memotong makanan, atau pada jantan digunakan untuk alat kopulasi dengan bagian-bagian terdiri atas coxa, trochanter, femur, patella, tibia, metatarsus dan tarsus. bagian ketiga adalah kepala dengan delapan atau enam buah mata yang tersusun dalam dua atau tiga deretan. 

Wednesday, May 17, 2017

Tentang Arachnida dan Ciri-ciri Morfologis dan Adaptasinya Laba-Laba

Arachnida meliputi Kalajengking, laba-laba, kutu dan tungau. Arachnida memiliki cefalotoraks dengan enam pasang badan meliputi : chelicerae yaitu sepasang anggota badan (pedipalpus) yang  pertama umumnya berfungsi sebagai rahang/taring, sepasang kedua umumnya berfungsi sebagai alat perasa dan penangkap mangsa dan empat pasang kaki untuk berjalan. Pada arachnida tidak terdapat antena dengan jumlah mata bervariasi biasanya dengan 8 mata sederhana, pernapasan dengan paru-paru buku, atau trakea atau dengan keduanya, atau tidak ada organ pernapasan khusus (Brotowidjoyo, 1994 :132)

Tuesday, May 16, 2017

Arhropoda Pengertian dan Ciri-cirinya

Arthropoda berasal dari kata arthres yang artinya bersendi-sendi dan poda yang artinya kaki (alat ekstremitas). Jadi arhropoda adalah kelompok hewan yang mempunyai kaki yang bersendi-sendi meliputi  serangga, laba-laba, udang dan lipan. Phyllum ini mempunyai anggota yang paling banyak diantara phyllum yang lain.

Ciri-ciri arthropoda sebagai berikut :
1.      Mempunyai segmen tubuh yang heteronom, yaitu segemnetasinya tidak sampai pada alat-alat dalamnya mirip phyllum anellida
2.      Susunan syaraf tangga tali yang terdiri dari ganglion cerebrale longitudinale
3.      Sistem peredaran darah terbuka dan belum mempunyai cor, tetapi mmepunyai pembuluh memanjang disebelah dorsalnya yang berfungsi seperti jantung
4.      Rongga bdan sepanjang tubuhnya yang merupakan gabungan dari ektoderm dan mesoderm
5.      Ekstremitasnya bersendi-sendi yang merupakan derivat dari parapodia anellida
6.      Permukaan tubuh dilapisi eksekeleton yang keras berasal dari cuticula, merupakan hasil sekresi dari sel-sel epidermis dibawahnya, tersusun dari zat chitin (amino polyskarida) yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan. Akibat adanya endapan zat kapur yang tidak lentur hanya bagian-bagian tertentu yang tipis sehingga lebih lentur untuk pergerakan seperti persendian, pipa trachea, dll
7.      Alat pernapasan dengan memakai trachea

8.      Pertumbuhan tubuh arhropoda sebagian besar dengan metamorfosa dan proses ecdysis (pengelupasan eksoskeleton) (Rahayu, 2004 : 109) 

Tuesday, November 8, 2016

Elang hitam Juvenil di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu

elang ini ditemukan dilencoh, selo, boyolali
deskripsi menyusul

Katak Bertanduk (Megophrys Nasuta) di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu

     Ditemukan pada titik koordinat X : 434571, Y : 9174311, ketinggian 1584 dpl, Jumlah 1 (satu) ekor, Bentuk kepala kotak/persegi, warna kuning kecoklatan. Katak bertanduk dengan nama latin Megophrys Nasuta (malayan horned toad).

Katak bertanduk sendiri, kata dia, adalah jenis katak yang unik, habitatnya adalah permukaan tanah humus yang lembab. Mereka bersembunyi di balik tumpukan dedaunan, bebatuan dan bongkahan kayu. Secara fisiologis, katak ini memiliki ciri anatomis yang tidak berbeda dari katak lainnya. 


Hanya saja ada sepasang tanduk di atas kepalanya yang menyembul dari sepasang alis. Tanduk tersebut bukan tulang seperti pada mamalia sapi, kambing, atau kerbau, melainkan tonjolan kulitnya yang memang lebih keras. 


Mereka berkamuflase dengan dasar tanah dengan warna dan tekstur kulitnya yang menyerupai tanah dan kayu.

Wednesday, November 23, 2011

Lutung Abu, Surili Jawa, Presbytis fredrice

Salah satu fauna yang ada dikawasan Taman Nasional adalah lutung, jenis ini dilindungi dan diharapkan masyarkat mampu menjaga spesies ini. spesies ini menurut informasi merupakan jenis yang tersebar di jawa tengah saja. jenis ini adalah jenis yang berbeda dengan jenis surili yang ada dijawa barat yang disebut presbytis comata sebagaimana dalam wikipedia coba bndingkan dua gambar ini .

Presbytis comata











dan Presbytis fredrice













Untuk mengenal lebih jauh tentang Jenis-jenis primata teman-teman bisa kunjungi primata



Thursday, August 11, 2011

7 spesies prioritas dan kriteria endemisitas satwa liar

Tujuh kelompok daftar spesies prioritas meliputi:
1. Kelompok reptil dan amphibian bobot : 20 %
2. Mamalia Non primata : 15%
3. Primata : 10 %
4. Burung : 15 %
5. Serangga : 10 %
6. Tumbuhan : 10 %
7. Marine dan fresh water:8 %


Kriteria Endemisitas :
1. Endemisitas : Lokal, Regional, Nasional, Non Endemik
2. Status Populasi : Populasi alami kecil, Populasi global di Indonesia : Jarang, Sedang, Menurun drastis, Rentan
3. Kondisi Habittat : Habitat sesuai hampir habis, Mengalami Penurunan, Cukup tersedia dan stabil,
4. Keterancaman : Spesies yang mengalami gangguan serius akibat perburuan, penangkapan untuk perdagangan, penangkapan untuk keperluan budaya, praktek pertanian/perkebunan akibat kurang ramah lingkungan, kebakaran, konversi lahan, dan spesies tidak mengalami gangguan serius di alam.
5. Status Pengelolaan Spesies : Manajemen Spesies sudah ada dan manajemen belum ada sama sekali.