Showing posts with label Flora Merbabu. Show all posts
Showing posts with label Flora Merbabu. Show all posts

Monday, June 8, 2026

Tanaman Invasif TN Gunung Merbabu


 Tanaman Asing Invasif adalah tanaman yang berasal dari luar daerah (negara dsb) yang masuk kedalam suatu wilayah kemudian bersifat mendominasi. Mendominasi bisa dalam bentuk frekuensi, kerapaatan maupun jumlahnya. Sifat sifat yang dominan ini dapat menyebabkan kerugian bagian lingkungan dan mencip mampu menciptakan ketidak seimbangan lingkungan sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian hingga eradikasi. 

Berdasarkan kegiatan Analisa resiko yang dilakukan oleh Balai TN Gunung Merbabu setidaknya terdapat 17 Jenis asing invasif yang terdata. jumlah ini bisa bertambah, akan tetapi jenis-jenis yang terdata belum tentu juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.

Berikut ini 17 jenis asing invasif yang telah didata : 

1. Akasia dekuren

2. Kaliandra merah

3. Kaliandra Putih

4. Ageratum (bandotan)

5.Ageratina (moloko, lemek)

6. Glechiena linearis

7. Pegagan (Centella asiatica)

8. Alang-alang

9. Ri panggang/tembelekan

10.Kirinyuh

11. PPO

12. Ketul

13. Kina

14. Harendong bulu

15. Sintrong

16. Rumput benggala

17. Pakis Kadut


Sunday, December 15, 2019

Semak TN Gunung Merbabu : Kruntil

Jenis tumbuhan ini memiliki daun warna hijau agak mengkilat disisi atasnya dan memiliki daun bergerigi , dengan buah warna merah dan bunga warna putih... tumbuhan ini adalah tumbuhan semak yang memiliki ketinggian 
Nama ilmiah tumbuhan ini belum aku dapat yasob, tunggu next time masalah sibuk pengadaan kie waktune ra cukup go searching

Sunday, November 20, 2011

Cara Mengenali Tumbuhan


Saat berjalan-jalan dihutan, para pengunjung umumnya hanya menikmati pemandangan secara umum dan suasana serta udara yang ada. hanya sedikit sekali para pengunjung berusaha memahami tumbuhan sekitarnya. Pengunjung mampu mengenali tumbuhan hanya pada tumbuhan yang memiliki bentuk morfologi yang benar-benar berbeda. akan tetapi pada jenis-jenis tumbuhan yang memiliki morfologi berbeda pengunjung tidak begitu menghiraukannya, nah ini saya kutipkan cara mengenali tumbuhan.

Ada 5 cara mengenali tumbuhan
1.Kunci identifikasi pada buku flora
2.Identifikasi dengan spesimen herbarium
3.Mencocokan dengan atlas/gambar tumbuhan
4.Mengingat dan membandingkan dengan jenis yang telah dikenal
5.Menanyakan pada akhlinya.

Kenali tumbuhan dilihat dari bentuknya: kenali dari umum ke khusus, dari bawah ke atas, dari dalam ke luar bagian-bagiannya.

Kenali dari cara hidupnya dan bentuknya Pohon (besar, sedang, kecil), Perdu,
Semak, Liana, Pemanjat, Perayap, Terna, Epifit, Parasit, Saprofit)

kenali dari bentuk tajuknya : ada yang bulat, setengah bulat, payung, kerucut, pagoda, menyamping dan tak beraturan (hal ini berkaitan dengan bentuk percabangan kayu).
Kenali dari daunnya : Tunggal atau majemuk, Duduk daun (spiral, berseling dan berhadapan), Helaian daun ( bentuk ukuran, pertulangan, permukaan, tepi, ujung dan pangkal daun), kuncup (ditutup seludang, berbulu, bergetah/beresin)
Kenali melalui bunga : susunan bunga, bentuk, bau, warna dan ciri lain.
Kenali Buahnya : Batu, berry atau samara, bergetah, warna, kulit dsb.
Kenali Batangnya : Bentuk (berbanir, lurus dan bengkok), Kulit (beralur, mengelupas, pecah-pecah, berbintik, halus, bergaris melintang atau mendatar), Getah (merah,putih, kuning, bening), Bau (menyengat, busuk, wangi dll)
Kenali akarnya : Serabut dan tunggang, sistem perakaran (masuk dalam akar, permukaan, akar tunjang dan gantung)


Sunday, August 21, 2011

Tipe Ekosistem Hutan Pegunungan bawah (1000-1500 mdpl) Taman Nasional Gunung Merbabu Wilayah Magelang.


Tipe Ekosistem berdasarkan ketinggian ini di Kawasan Merbabu Kabupaten Magelang hanya ditemukan dikawasan yang menjari, dimana kawasan ini panda umunya berdekatan dengan lahan milik masyarakat bahkan berdampingan dengan pemukiman warga. Tipe Ekosistem Hutan Pegunungan bawah dikawasan Taman Nasional Gunung Merbabu telah mengalami perubahan, hal ini terjadi karena kawasan ini sebelumnya merupakan hutan produksi terbatas yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Kedu Utara dimana dengan tanaman jenis Pinus Merkusii. Tanaman ini ditanam oleh Perum Perhutani untuk menghasilkan getah pinus. Jenis Pinus ini tersebar dikawasan yang menjari yang merupakan fragmen kawasan Taman Nasional. Hampir dipastikan bahwa hutan ini merupakan hutan homogen dengan kelas umur yang sama per petak, dimana petak-petak ini telah dibagi-bagi sesuai dengan tipe dan bentang lahan sesuai kebutuhan dari Perusahaan. Dibawah tegakan pinus hampir pasti jarang sekali dijumpai tanaman yang mampu tumbuh dengan baik karena sifatnya itu. Ditipe ekosistem ini hanya ditemukan satu jenis pohon selain pinus yaitu preh di desa Banyusidi selain itu hampir semua jenis pohonnya merupakan pinus Merkusii.
Untuk flora tingkat Tiang Jenis Pinus ini masih mendominasi, dimana Tanaman pinus ini masih berumur muda dengan Kelas Umur II (antara 1-20 Tahun) hanya ditemui jenis Akasia dekuren selain jenis Pinus Merkusii.
Sedangkan untuk Flora tingkat Tiang sudah mulai muncul beragam jenis antara lain meliputi Sonokeling, manis jangan, Jambu, Murbei, Waru Gunung, Akasia, Kemlandingan Gunung, dan Kaliandra.
Jenis-jenis Tumbuhan Bawah panda Tipe Ekosistem ini ditemukan 87 jenis tumbuhan bawah dan semai dari total 158 Jenis flora tumbuhan bawah yang ditemukan dikawasan Taman Nasional Gunung Merbabu Wilayah Magelang. Dimana jenis Tisu Alam, Suplir, Kumis Kucing, RUmput Bunga 2 cabang dan rumput buluh pangkal, rumput kebo mendominasi. Hal ini disebabkan oleh karena daun-daun pinus merkusii yang sudah kering dan menutupi permukaan hutan mampu menghambat pertumbuhan tanaman bawah serta penutupan tajuk yang kompak.

Wednesday, August 10, 2011

Manfaat KESOWO (Engelhardia serrata)


Pohon ini tumbuh besar di atas pada tipe zona pegunungan atas, tumbuh merimbun dan tampak hijau, tipe vegetasi ini kini hampir tinggal sedikit, jenis ini pernah mengalami kehancuran yang sangat ketika terjadi kebakarn besar yang melanda Gunung merbabu tahun 2006,
Menurut info dari masyarakat tumbuhan ini bisa besar hingga pelukan dua orang sepanjang tangan meraka,
nah tumbuhan cukup bagus untuk penyimpanan simpanan air, dsb. untuk bentuk dan morfologinya serta persebarannya masih belum bisa dipublish dulu ya...

Monday, August 1, 2011

Pengembang biakan TENGSEK (Dodonea viscosa)



Tengsek dengan nama latin Dodonea viscosa adalah salah satu tanaman penyusun ekosistem Pegununungan atas dan termasuk tanaman yang mendominasi, selain mlanding gunung ataupun sengon Gunung, jenis ini memiliki bunga merah dan apabila kering akan terlihat kering, dan mempunyai biji yang sangat lembut. untuk melakukan pengembangbiakan jenis ini, cukup dengan melakukan pengambilan anakan di bawah formasi ini, jenis tumbuhan ini tumbuh lebih cepat daripada jenis puspa
 atu dapat pula mengambil biji pohon tesek ini




Sunday, July 24, 2011

Perbanyakan Pampung (Macropanax dispermus)




pampung

jenis endemik Merbabu ini mudah dikembangkan melalui stek,
cukup mudah tanaman ini dikembangkan dan dengan menggunakan media tanah.
dalam 5 bulan stek tanaman ini sudah dapat di tanam.

o ya tanaman ini mampu tumbuh pada ketinggian 2400-2600 mdpl (dari sebaran tanaman ini tumbuh di Gunung Merbabu)

berikut ini stek pampung yang sudah mulai tumbuh dan penanaman tanaman tersebut sebelum dipindahkan ke polybag

Pampung adalah salah satu pohon yang memiliki ketinggian antara 10-30 meter, Jenis ini memiliki daun menjari dan umumnya memiliki daun mengumpul diujung-ujung ranting. Pohon ini tumbuh hijau sepanjang tahun. 


Vegetasi ini merupakan tempat yang disukai oleh primata baik itu monyet ekor panjang, rek-rekan dan lutung budeng. Di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu dapat dijumpai di Blok Tarubatang dan tumbuh bersama dengan Kesowo (Engelhardia serrata)

Pengembangbiakan Puspa (Schiima wallichii (DC.) Korth




Bagaimana membuat bibit puspa secara mudah dan efisien serta murah.
puspa merupakan jenis spermatophyta artinya bisa dikembangkan lewat biji.
by the way jika kita ingin membuat bibit puspa, jangan kita cari bijinya dan baru dibibitkan, karena khal tersebut akan memakan waktu dan tenaga.


qita dapat membuat bibit dengan mencari anakan puspa dibawah tegakan puspa yang sudah pernah berbiji. niscaya hal tersebut akan lebih mudah.


anakan tersebut akan mulai tumbuh disaat musim hujan. tapi ingat teman teman harus mengambil anakan tersebut sesegera mungkin pada awal musim hujan karena jika musim hujan telah banyak anakan pespa tersebut akan mati karena sudah tertutup oleh rumput yang mulai tumbuh.

teknis selanjutnya bisa temen2 temen lakukan sendiri sesuai kaidah silvika dan silvikultur dan atau perbenihan yang temen-temen ketahui.


silahkan mencoba!!!!